Ads

Ini Dia Pajak Properti Yang Harus Kamu Bayarkan

Hai punya properti ketahui jenis pajak yang harus kamu bayar,pemilik rumah jangan sampi jangan sampi telat nanti malah kena denda deh,sebagai pemilik rumah selain memiliki beban biaya angsuran kredit  kalau rumah kamu di beli memakai kpr kamu juga harus menyiapkan dana untuk membayar jumlah pajak-pajak properti,sebelum membahas mengenai jenis-jenis pajak properti yang harus kamu bayar yuk kunjungi terlebih dahulu artikel-artikel yang ada pada blog ini oke langsung saja kita ke pembahasannya 

Ini dia jenis-jenis pajak properti yang berlaku di Indonesia dan harus di tunaikan pemilik rumahnya 

1.Pajak pertambahan nilai atau ppn

Salah satu pajak properti yang harus di bayar di Indonesia adalah pajak pertambahan nilai atau ppn,pembayaran ppn hanya di kenai satu kali saat pembelian properti baru baik dari pihak developer maupun perorangan atau individu,gimana sih system pembayaran ppn,ppn akan di pungut dari pembelian properti yang harganya di atas 36jt rupiah dengan besaran 10% dari nilai transaksi,sementara itu pembayaran dan pelaporan ppn dapat di lakukan melalui pengembang,jika kamu membeli properti melalui developer,namun apa bila di beli melalui perorangan atau nondeveloper kamu harus melakukan pembayaran sendiri selambat-lambatnya pada tanggal 15 pada bulan berikutnya selama transaksi,sementara pelaporan di lakukan di kantor pajak terdekat selambat-lambatnya pada tanggal 20 pada bulan setelah pembayaran 

2.Pajak properti bea balik nama 

Bea pajak balik nama atau bbn di bayarkan oleh pembeli sebagai proses balik nama sertifikat properti dari pihak penjual kalau kamu membeli properti dari pihak developer pajak ini biasanya di urus oleh developer tapi kalau kamu membeli proeprti secara perorangan maka biaya balik nama harus di urus sendiri atau oleh pihak notaris,besaran pajak bbn berbeda di setiap daerah tapi rata-rata sebesar 2% dari nilai tarnsaksi 

3.Pajak bumi dan bangunan 

Setiap pemilik properti wajib membayar pajak bumi dan bangunan yang di pungut setiap tahun,ketentuan mengenai pbb di tetapkan bedasarkan uud nomor 12 tahun 1985 di mana batas nilai jual properti terkena pajak minimal sebesar 8jt rupiah besaran pbb yang harus di bayarkan setiap tahun adalah 0,5% x nilai jual kena pajak 

4.Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan atau bphtb

Bphtb di kenakan kepada pembeli properti dan di atur dalam uud nomor 21 tahun 1997 berdasarkan uud ini yang menjadi objek pajak adalah perolehan hak atas tanah dan bangunan oleh pribadi maupun badan,objek pajak tersebut meiliputi jual beli,tukar menukar,hibah,di bawah wasiat,hadiah,pemasukan dalam perseroan atau badan hukum lainnya.sementara itu yang tidak di kenakan bphtb antara lain adalah perwakilan diplomat,Negara,badan atau perwakilan organisasi internasional yang di tetapkan oleh mentri keuangan,wakaf warisan,dan juga properti yang di gunakan untuk kepentingan ibadah.cara perhitungan bphtb dalah 5% x nilai jual objek pajak di kurangi nilai Npotkp.nilai perolehan tidak kena pajak sendiri besarannya berbeda Antara daerah satu dengan daerah lainya,nilai perolehan tidak kena pajak wilayah Jakarta saat ini adalah 60jt rupiah 

5.Nilai jual objek pajak

Njop atau nilai jual objek pajak adalah harga rata-rata dari sebuah transaksi yang terjadi secara wajar kalau sudah mendapat transakasi yang tidak wajar Njop di tentukan dengan cara di bandingkan dengan objek lain yang sejenis,nilai perolehan baru atau njop di ganti setiap tiga tahun mentri keuangan menetapkan njop tapi njop di bebrapa daerah tertentu di tentukan setiap tahun sesuai ketetapan darah tesebut 

Itu saja sekilas informasi mengenai jenis-jenis pajak properti yang harus di bayarkan oleh pemiliknya,masih ada jenis pajak lagi yang harus di bayarkan oleh pemilik rumah jadi jangan lupa untuk selalu membaca setiap artikel yang ada di blog ini ya

Belum ada Komentar untuk "Ini Dia Pajak Properti Yang Harus Kamu Bayarkan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel