Cerita Bawang Putih dan Bawang Merah dari Jawa Tengah

Bawang Putih, ya dia adalah gadis yang tidak mempunyai bapak dan ibu kandung. Dia tinggal dan hidup bersama ibu tiri yang juga mempunyai anak dengan seusianya. Bawang Putih selalu dibebankan dengan pekerjaan yang berat, misalnya mengambil air dari sumber yang jarak tempuhnya cukup jauh dari rumah. Tak hanya itu, bawang putih juga diperintahkan untuk mencari ranting-ranting kayu bakar untuk keperluan pangan, seperti memasak nasi. Akan tetapi, bawang putih tidak pernah mengeluh dari perintah yang diberikan oleh ibunya.

Sementara itu, saudara tiri bawang putih adalah Bawang Merah yang selalu dimanjakan serta tidak pernah disuruh bekerja oleh ibunya.

Bawang putih selalu menjalani hidup dengan tabah, walaupun pekerjaan berat harus ia lakukan. Terkadang dia juga merasa diperlakukan tidak adil oleh ibu tirinya, seperti memberi makan kucing, padahal itu pekerjaan yang sangat mudah untuk dilakukan dan bawang merah pasti bisa melakukannya selama dia masih diberi kesehatan.

Cerita Pendek Bawang Putih dan Bawang Merah
Bawang Putih diperintahkan ibu tirinya untuk menyapu bersih halaman rumahnya.

Tak cuma itu, Bawang Putih juga harus membersihkan sampah dan menimbun sampah tersebut di halaman belakang rumah. Terlepas dari seringkali tubuh melakukan aktivitas, Tanpa disadari bahwa tubuh bawang putih semakin sehat. Kecantikan fisik tidaklah menghilang akibat kesibukan pekerjaan yang dilakukan dirumah.

Apabila bawang putih melakukan kesalahan yang tidak disengaja, Ia akan dimarahi oleh ibu tirinya. "Ingatlah bawang putih, Jangan sekali lagi kamu mengulangi kesalahan itu, kamu memang gadis yang tidak bisa diandalkan ! gadis tidak cantik seperti kamu harus diperlakukan seperti ini !" bentak ibu tirinya dengan nada yang sangat marah.

Hal seperti itu tidak pernah terjadi untuk bawang merah karena selalu dimanjakan oleh ibunya.

Bawang Merah setiap harinya hanya berdandan. Dia berusaha agar bersolek sebaik-baiknya. Akan tetapi, Bawang Merah harus mengakui bahwa Bawang Putih yang ternyata jauh lebih cantik dari dirinya. Yang unik lagi, Bawang Putih tidak pernah berdandan secara berlebih-lebihan seperti Bawang Merah.

Seperti biasanya, Rutinitas sehari-hari Bawang Putih yang diperintahkan untuk membersihkan pakaian-pakaian kotor dengan jumlah yang cukup banyak. Karena kebaikan dan keikhlasan hatinya untuk membuat ibu tirinya, Tiba-tiba ada seekor ikan mas ajaib yang membantu pekerjaannya. Begitu pakaian kotor tersebut dicelupkan ke dalam air, seketika itu juga pakaian kotor tersebut menjadi bersih dengan sendirinya.

Ibu tiri Bawang Putih mulai mencurigai pekerjaan yang berat dengan cepat diselesaikan dalam waktu yang singkat. Suatu hari ketika Bawang Merah diperintahkan untuk mengawasi dari kejauhan siapakah yang membantu pekerjaan Bawang Putih.

Ketika Bawang Putih melakukan pekerjaannya untuk mencuci pakaian kotor dengan bantuan ikan mas ajaib tersebut dan Bawang Merah yang melihat kejadian tersebut langsung menangkap ikan mas itu. Lalu ikan mas tersebut dibawa pulang oleh Bawang Merah agar dimasak dan dimakan untuk mereka habiskan.

Hanya bagian duri dan kepala saja yang disisakan ibu tirinya serta anaknya yang bersifat dengki tersebut. Mereka memberikan sisa-sisa duri dan kepala ikan mas tersebut ke Bawang Putih dan ia juga tidak mau memakannya. Lalu Bawang Putih mengubur duri dan kepala ikan mas tersebut di halaman utama rumahnya. Tak berselang lama, tumbuh sebuah tanaman bunga yang sangat indah.

Pada suatu ketika ada pangeran kerajaan yang melewati tanaman bunga itu. Pangeran kerajaan tersebut sangat tertarik atas keindahan tanaman bunga yang tumbuh mekar di halaman depan rumah Bawang Putih.

Pangeran Kerajaan turun dari kudanya untuk bertanya siapakah sosok yang menanamkan bunga tersebut. Bawang Merah langsung menjawab bahwa dirinya yang melakukannya. Akan tetapi, Pangeran itu menggelengkan kepalanya karena ia sudah tahu siapa sesungguhnya yang menanam tanaman bunga tersebut.

"Ternyata kamu berdua yang telah memakan ikan mas ajaib itu, Sebagai balasan, tubuh kalian berdua akan secepatnya mengeluarkan sisik seperti ikan." Setelah perkataan tersebut terlontar dari mulut Pangeran Kerajaan, Ibu dan anak yang jahat terhadap bawang putih tersebut langsung berlari menjerit kesakitan dan tubuhnya menjadi bersisik seperti ikan, dan mereka langsung lari karena menahan rasa malunya. Sementara itu, Bawang Putih dibawa ke istana untuk dijadikan Permatasari pangeran. Selesai !

0 Response to "Cerita Bawang Putih dan Bawang Merah dari Jawa Tengah"

Post a Comment

Berkomentarlah sesuai topik artikel. Komentar yang tidak relevan dengan topik artikel akan dimoderasi dan dihapus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel